2 Cara Mengatasi Gangguan Dismorfik Tubuh

 Pernah mendengar gangguan dismorfik tubuh atau body dismorphic disorder yang kerap disingkat BDD? BDD merupakan suatu kondisi di mana si pengidap merasa dirinya kurang sempurna atau buruk atau bisa dibilang terobsesi dengan tampilan yang sempurna. Sehingga ia selalu menganggap dirinya buruk. Padahal, belum tentu anggapan ini benar adanya, bisa hanya sebuah titik kecil bahkan tak ada sama sekali. Apakah gangguan dismorfik tubuh ini bisa disembuhkan? Lalu, bagaimana cara mengatasi gangguan dismorfik tubuh ini?

Tanda dan Faktor Pemicu Gangguan Dismorfik Tubuh

Sebelum membahas cara mengatasi gangguan ini, ada baiknya kamu tahu apa tanda-tanda dari BDD ini, yaitu:

  • Sering bercermin dan melihat tampilan luar yang selalu menjadi obsesinya tampil sempurna. Seperti wajah, rambut, dan lain sebagainya yang tampak oleh mata orang lain. Bahkan, hanya untuk mematut tampilan yang benar pengidap bisa melakukan selama beberapa jam
  • Terobsesi atau khawatir berlebihan akan tampilan luarnya sehingga ia akan selalu memperhatikannya di mana pun kesempatan itu ada. Tak jarang, pengidap menanyakan pada banyak orang terkait kekurangannya
  • Melakukan perawatan kecantikan yang cukup ekstrem seperti memasang implan, operasi plastik, dan lain sebagainya untuk mewujudkan citra diri yang sempurna.
READ  TIMBUL BENJOLAN MERAH DISERTAI NYERI KETAHUI CIRI-CIRI JERAWAT BATU DI KULIT WAJAH

Sedikitnya, ada tiga pemicu munculnya BDD dalam diri seseorang. Yaitu:

Keturunan

Biasanya, pengidap gangguan ini memiliki anggota keluarga yang mengidap gangguan yang sama.

Trauma Masa Lalu

Melihat anak-anak kecil sudah berani melakukan sikap bullying atau body shamming siapa yang nggak emosi? Nah, tahu nggak kalau hal tersebut mampu memicu timbulnya BDD dalam diri si korban. Di mana ia akan mengalami trauma cukup berat dan mulailah ia bertanya-tanya apakah ada yang salah dengannya yang berakhir ke rendah diri. Kepercayaan diri yang berkurang drastis.

Lingkungan

Mendapat tekanan dari lingkungan sosial juga bisa menjadi salah satu faktor munculnya BDD. Tekanan yang didapat dari sosial bahkan cukup mampu membuat orang tertekan, bahkan untuk manusia normal pun kadang sulit mengatasinya. Sehingga, dari rasa tertekan itu muncullah rendah diri yang mengakibatkan ke munculnya BDD akan tubuhnya yang selalu dipermasalahkan.

READ  Daftar Cemilan Sehat untuk Bayi yang Bergizi, Simpel, dan Menarik

Cara Mengatasi Gangguan Dismorfik Tubuh

Ada dua cara mengatasi gangguan dismorfik tubuh, pertama dilakukan melalui psikiater atau dokter seperti yang sudah dijelaskan pad dosenpsikologi.com. Cara yang kedua membutuhkan bantuan dari ahli terapi.

 

1. Terapi

Cara yang pertama yaitu melakukan terapi sesuai dengan kadar pengidap. Terapi ini berbagai macam bentuknya, sekali lagi menyesuaikan dari kadar pengidap. Contohnya terapi dengan cermin untuk menimbulkan pikiran positif di alam bawah sadar.

2. Obat-obatan

Cara kedua yaitu menggunakan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Hal ini tentu untuk menenangkan pengidap dari kepanikan yang dibuatnya sendiri atau membantu mengurangi pikiran negatif dari tubuhnya. Obat-obatan dari gangguan ini tidak dijual bebas, butuh resep dokter untuk menebusnya.

READ  Kenali Yuk Tanda-tanda Gangguan Dismorfik Tubuh

Memang, mengikhlaskan ini bukan hal yang mudah. Namun, kamu pun tak bisa membiarkan gangguan ini terus mengendap di tubuh. Saat ini, ada begitu banyak jenis terapi yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.Sebenarnya, untuk mendapat predikat sembuh dari si gangguan bukanlah hal yang bisa ditemui dengan mudah. Namun, ada usaha untuk mengurangi atau mengatasi gangguan ini.

Tanda, faktor, serta cara mengatasi gangguan dismorfik tubuh. Kamu bisa menjelajahi beberapa hal yang berkaitan dengan kesehatan di sini. Jangan sampai lewatkan ilmunya, ya. Semoga artikel bermanfaat.

 

Sumber: popmama.com