4 Penyebab Gangguan Dismorfik Tubuh

Pernah merasa cemas yang berlebihan terhadap bentuk tubuh yang kamu miliki? Hal yang wajar apabila memperhatikan bentuk tubuh, yang tidak wajar adalah cemas berlebihannya. Dalam suatu kasus, ada seorang wanita merasa gemuk padahal ia termasuk memiliki berat badan ideal. Sedikit saja berat badannya naik beberapa ons, ia sudah khawatir. Ini tidak wajar.

Kekhawatiran berlebihan ini bisa menjadi salah satu tanda kalau kamu mengidap salah satu gangguan jiwa. Nah, gangguan ini disebut dengan gangguan dismorfik tubuh. Lalu, apa penyebab gangguan dismorfik tubuh? Berikut ini ulasannya menurut honestdocs.id.

Pengertian

Gangguan dismorfik tubuh atau istilah kedokterannya body dismorphic disorder (BDD) merupakan salah satu gangguan mental atau kejiwaan yang ditandai dengan munculnya obsesi secara berlebihan terhadap bagian-bagian kecil dalam tubuhnya, atau kekhawatiran berlebihan akan bentuk fisik tubuhnya. Yang mengidap gangguan ini cenderung terobsesi akan kesempurnaan fisik dan selalu melihat kalau tubuhnya itu cacat yang sebenarnya belum tentu terlihat bahkan tak ada sama sekali.

READ  Mengenal Bagaimana Cara Mengobati dan Informasi Umum Hiperpituitarisme

Tanda-tanda

Penderita BDD akan disibukkan dengan fisik tubuhnya, terutama bagian yang terlihat orang lain. Contohnya wajah dan rambut. Semua yang ada di dirinya dianggap tidak proporsional, tidak cantik, dan lain sebagainya. Seperti mata belo, hidung besar atau pesek, dan lain-lain. Nah, gangguan ini kerap disebut dengan obsesi penampilan. Lalu, apa saja tanda dan penyebab gangguan dismorfik tubuh ini?

Berikut ini adalah tanda-tanda dari seseorang mengidap BDD, antara lain:

  • Selalu mencari-cari kekurangan fisik.
  • Rendah diri.
  • Susah berkonsentrasi di sekolah atau di tempat kerjanya.
  • Mengupayakan perawatan kecantikan yang ekstrem seperti operasi plastik, implan, dan lain sebagainya.
  • Keseringan berkaca atau kebalikannya menghindari cermin.
  • Berperilaku kompulsif, contohnya mengelupasi kulit (bukan bagian dari self harm).
  • Sering berganti pakaian agar selalu tampil cantik.

 

Penyebab

Sebenarnya, penyebab gangguan dismorfik tubuh ini masih belum bisa dipastikan dengan tepat. Namun, para ahli menyimpulkan bahwa hal-hal di bawah ini bisa menjadi salah satu penyebabnya.

READ  MENGENAL PENYEBAB HERPES GENITAL

1. Gen atau Keturunan

Sejumlah penelitian dilakukan oleh tim dokter khusus yang menangani penyakit ini. Mereka melakukan penelitian terhadap orang yang memiliki keluarga dengan gangguan sama. Hasil dari penelitian tersebut dan tertuang dalam studi jurnal Biologi Psychiatry tahun 2.000 cukup mencengangkan, yaitu sebanyak 8%, mereka yang memiliki gangguan ini pun mempunyai anggota keluarga dengan gangguan yang sama.

 

2. Trauma Masa Lalu

Apabila di masa lalu pernah mengalami kejadian body shamming atau tumbuh di keluarga yang menuntut kesempurnaan atau perfeksionis bisa memicu munculnya BDD ini. Seorang anak pasti akan menuruti keinginan orang tua demi menyenangkannya. Nah, dari sanalah lama kelamaan memicu tumbuhnya gangguan dismorfik tubuh. Apalagi yang pernah mengalami tindakan pelecehan dan intimidasi sedari kecil bisa meningkatkan risiko gangguan dismorfik tubuh pada anak yang berlanjut ke tahap lebih dewasa.

READ  Tips Terbaik Dalam Menjaga Kesehatan Kulit Wajah

3. Gangguan Obsesif-Kompulsif

Gangguan obsesif-kompulsif atau OCD bisa berupa kurang percaya diri akan bentuk tubuh yang dimiliki. Hal ini juga bisa memicu adanya BDD. Suatu studi mencatat bahwa ada sekitar 8-37 persen orang dengan OCD mengidap BDD juga, sayangnya, masih diteliti lebih dalam lagi keterikatan keduanya.

4. Kelainan Struktur Otak

Penyebab body dismorphic disorder yang terakhir yaitu adanya ketidakseimbangan zat kimia dan kelainan struktur dalam otak yang memicu timbulnya BDD. Gangguan dismorfik tubuh juga bisa terjadi akibat dari masalah yang ada di area otak dalam memproses informasi terkait penampilannya.

Itulah pengertian, tanda-tanda, serta penyebab gangguan dismorfik tubuh. Dengan mengetahuinya, diharapkan kamu bisa lebih waspada. Namun, jangan sampai self diangnose, kamu tetap membutuhkan ahli untuk memastikan apakah kamu benar mengidap BDD atau tidak.

 

Sumber: sehatfresh.com